PJU tenaga surya

Mengenal Lebih Dalam tentang PJU Tenaga Surya

PJU tenaga surya tentu bukan barang asing lagi bagi Anda, terlebih yang bermukim di kota-kota besar. Sebab, sebagian kota besar di Indonesia telah menerapkan model lampu penerangan jalanan seperti ini. Namun, tidak sedikit juga yang masih awam dengan istilah ini. Apa sebenarnya PJU tenaga surya itu? Apa pentingnya bagi masyarakat? Dan, apa saja jenis-jenis dari PJU tenaga surya? Berikut ini uraian lebih jelasnya.

# Apa Itu PJU Tenaga Surya?

PJU tenaga surya sebenarnya merupakan lampu yang digunakan untuk menerangi jalanan. Hanya saja, modelnya berbeda dengan dengan lampu penerang jalan pada jaman dahulu. Jika dahulu lampu penerangan jalan mengandalkan PLN sebagai sumber energinya, maka PJU yang satu ini menggunakan matahari sebagai sumber energi.

Dengan berbagai komponen yang ada dalam panel, salah satunya sensor motion, maka sinar matahari akan ditangkap oleh alat ini dan disimpan, kemudian diubah menjadi energi cahaya yang akan menyala secara otomatis di malam harinya. Itulah keunikan dari model PJU tenaga surya ini.

# Pentingnya PJU Tenaga Surya bagi Masyarakat

Seperti fungsi utama dari lampu, PJU ini juga bermanfaat memberikan penerangan, khususnya bagi para pengguna jalan. Dengan kata lain, lampu ini sangat penting dipasang untuk menjaga keamanan setiap pengendara kendaraan di malam hari. Tidak hanya itu, penggunaan PJU tenaga surya juga bisa meminimalisir permasalahan yang muncul pada saat aplikasinya, seperti diputusnya sumber listrik oleh PLN karena pemerintah daerah telat dalam melakukan pembayaran.

Keuntungan menggunakan PJU tenaga surya dibandingkan penerangan jaman dahulu adalah menghemat energi listrik yang saat ini sudah menipis, lebih murah karena tidak perlu membayar biaya bulanan kepada PLN. Plusnya lagi, bentuknya yang indah juga bisa digunakan sebagai alat untuk memperindah nuansa jalanan.

# Jenis-Jenis PJU Tenaga Surya

Komponen utama dari PJU tenaga surya adalah panel surya. Nah, jika dilihat dari bentuknya, panel surya ini terdiri dari tiga jenis.

  1. Monokristal (Mono-crystalline)

Jenis panel inilah yang paling efisien, karena dapat menghasilkan daya listrik dengan luas paling besar. Biasanya, model panel ini lebih sering digunakan di wilayah yang mempunyai cuaca ekstrem.

  1. Polikristal (Poly-crystalline)

Susunan kristal yang ada pada panel jenis ini tampak acak karena dihasilkan dari pabrik melalui proses pengecoran. Dibandingkan dengan jenis monokristal, panel ini perlu menggunakan luas permukaan panel yang besar untuk mendapatkan daya listrik yang sama. Karena tingkat efisiensinya rendah, maka panel ini cenderung mempunyai harga yang juga rendah.

  1. Thin Film Photovoltaic

Ini merupakan model panel terbaru, di mana permukaannya terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan tipis mikrokristal-silicon dan amorphous. Selain itu, efisiensi modulnya hingga mencapai 8,5% sehingga dibutuhkan permukaan yang luas untuk bisa mendapatkan daya setiap wattnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *